Sai antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah
Setelah membasahi tenggorokan dengan air zamzam usai Tawaf, langkah kaki jamaah selanjutnya akan diarahkan menuju Bukit Shafa untuk memulai ibadah Sa'i. Sa’i bukan sekadar berjalan kaki antara dua bukit, melainkan sebuah napak tilas perjuangan Ibunda Hajar yang sarat akan makna kesabaran dan tawakal. Agar ibadah ini tidak hanya menjadi lelah secara fisik, penting bagi kita untuk memahami setiap urutan dzikir dan doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Mari kita simak panduan teknis dan spiritual dalam melaksanakan Sa'i agar perjalanan antara Shafa dan Marwah menjadi saksi ketaatan kita di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Selesai melaksanakan tawaf dan shalat, jamaah menuju rukun berikutnya yaitu Sai antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah. Pelaksanaan Sai akan diarahkan ke Lantai 1 untuk menghindari kepadatan di lantai dasar sehingga rombongan tidak mudah terpecah. Saat menuju tempat Sai, jamaah harus fokus mengikuti arah rombongan agar tidak tertinggal, terutama saat menaiki eskalator.
Sesampainya di Bukit Shafa, jamaah disunnahkan membaca:
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ. أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ
"Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah termasuk sy’iar agama Allah. Aku memulai sa’i dengan apa yang didahulukan oleh Allah."
Di atas Bukit Shafa, jamaah menghadap kiblat sambil menengadahkan tangan untuk berdzikir dan berdoa. Dzikir yang dibaca adalah:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
"Allah Maha Besar (3x), tidak ada sembahan yang haq kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada sembahan yang haq kecuali Allah semata, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya dan menghancurkan golongan musuh sendirian." (HR. Muslim).
Urutannya adalah membaca dzikir tersebut, lalu berdoa masing-masing, kemudian dzikir kembali, berdoa kembali, dan ditutup dengan dzikir yang ketiga kalinya sebelum berjalan menuju Marwah. Saat menempuh jarak sekitar 100 meter yang ditandai dengan lampu hijau, jamaah laki-laki disunnahkan berlari kecil. Sepanjang perjalanan antara Shafa dan Marwah, jamaah dianjurkan membaca dzikir:
رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ إِنَّكَ أَنْتَ الاَعَزُ الاَكْرَمُ
"Ya Rabbku, ampunilah (aku) dan berilah kasih sayang (kepadaku), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mulia lagi Maha Pemurah."
Selebihnya, jamaah bebas membaca doa atau dzikir apa saja. Setibanya di Bukit Marwah, lakukan hal yang sama seperti di Bukit Shafa. Proses ini diulang hingga tujuh kali dan berakhir di Bukit Marwah.
Selanjutnya: Tahallul
Ibadah Sa'i yang ditutup dengan Tahallul menandai berakhirnya rangkaian ibadah umrah Anda dengan penuh rasa syukur. Agar setiap transisi rukun, mulai dari Tawaf hingga Sa'i, berjalan dengan tertib dan terorganisir, Wipa Tour hadir mendampingi di setiap langkah Anda. Kami memastikan rombongan tetap utuh dan setiap jamaah dapat melantunkan doa dengan tenang tanpa perlu khawatir akan teknis perjalanan yang padat. Segera rencanakan perjalanan suci Anda bersama Wipa Tour. Dengan bimbingan asatidzah yang kompeten dan pelayanan yang tulus, kami siap membantu Anda meraih ibadah umrah yang mabrur dan berkesan.