Mengusap Hajar Aswad dan Rukun Yamani
Dalam setiap rangkaian ibadah Haji dan Umrah, momen tawaf selalu menjadi inti yang paling dinanti oleh setiap jamaah. Mengitari Ka'bah bukan sekadar gerakan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang menyimpan rahasia pengampunan dosa yang luar biasa. Di antara sudut-sudut Ka'bah yang mulia, terdapat dua titik yang sangat istimewa, yaitu Hajar Aswad dan Rukun Yamani. Memahami keutamaan serta adab saat mendekati kedua rukun ini merupakan bekal penting bagi jamaah, agar setiap usapan dan doa yang dipanjatkan di sana menjadi wasilah luruhnya kesalahan-kesalahan masa lalu, sebagaimana yang dicontohkan oleh para sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.
Ubaid bin Umair meriwayatkan sebuah keterangan mengenai kegigihan Abdullah bin Umar dalam menjaga amalan di dua rukun Ka'bah, yaitu Rukun Hajar Aswad dan Rukun Yamani.
Keutamaan Hajar Aswad dan Rukun Yamani
Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'Anhuma selalu terlihat berusaha mendatangi dan berada di kedua sudut Ka'bah tersebut. Hal ini dikarenakan dua rukun ini memiliki keutamaan khusus dalam rangkaian ibadah tawaf. Seseorang disunnahkan untuk mencium Hajar Aswad apabila mampu melakukannya dengan mudah tanpa mengganggu jamaah lain yang sedang tawaf.
Pernah seseorang menyampaikan kepadanya bahwa tidak terlihat sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam lainnya yang selalu memadati dua tempat tersebut sedemikian rupa, Abdullah bin Umar memberikan penjelasan berdasarkan hadits. Beliau menyatakan telah mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
إنَّ مَسْحَهُمَا كَفَّارَةٌ لِلْخَطَايَا
"Sesungguhnya mengusap keduanya (Hajar Aswad dan Rukun Yamani) dapat menghapuskan dosa-dosa.” (HR. At-Tirmidzi)
Lihat juga: Keutamaan Tawaf Seperti Membebaskan Budak
Mengenai keutamaan menyentuh kedua rukun ini, Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
إِنَّ مَسْحَهُمَا كَفَّارَةٌ لِلْخَطَايَا
"Sesungguhnya mengusap keduanya (Hajar Aswad dan Rukun Yamani) dapat menghapuskan dosa-dosa.” (HR. Tirmidzi).
Ibadah di Baitullah merupakan bentuk ketaatan yang sangat ditekankan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman mengenai kesucian rumah-Nya:
وَعَهِدْنَآ اِلٰىٓ اِبْرٰهٖمَ وَاِسْمٰعِيْلَ اَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِيْنَ وَالْعٰكِفِيْنَ وَالرُّكَّعِ السُّجُوْدِ
"Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, 'Bersihkanlah rumahKu untuk orang-orang yang tawaf, yang i'tikaf, yang ruku, dan yang sujud'.” (QS. Al-Baqarah[2]: 125).
Melalui riwayat ini, terlihat betapa para sahabat Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sangat memperhatikan detail ibadah tawaf, terutama pada titik-titik yang memiliki keutamaan khusus seperti Hajar Aswad dan Rukun Yamani. Jamaah yang melaksanakan thawaf hendaknya mengikuti keteladanan ini dengan tetap menjaga ketertiban dan tidak menyakiti sesama muslim saat berusaha mendekati rukun-rukun tersebut.
Mencium Hajar Aswad disunnahkan hanya ketika seseorang sedang melaksanakan tawaf. Tidak ada kesunnahan khusus untuk mencium Hajar Aswad di luar waktu tawaf. Hal ini sebagaimana yang diperhatikan para sahabat terhadap perilaku Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'Anhuma yang sangat disiplin menjaga amalan di dua rukun Ka'bah, yaitu Hajar Aswad dan Rukun Yamani.
Rukun Yamani adalah sudut Ka'bah yang terletak sebelum Hajar Aswad. Berbeda dengan Hajar Aswad yang disunnahkan untuk dicium, Rukun Yamani cukup diusap atau disentuh saja tanpa dicium. Kegigihan Abdullah bin Umar dalam memadati kedua tempat ini sempat menarik perhatian, hingga beliau menjelaskan alasannya berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam:
إِنَّ مَسْحَهُمَا كَفَّارَةٌ لِلْخَطَايَا
"Sesungguhnya mengusap keduanya (Hajar Aswad dan Rukun Yamani) adalah penghapus dosa.” (HR. Tirmidzi).
Keteladanan Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'Anhuma dalam mengejar keutamaan Hajar Aswad dan Rukun Yamani mengajarkan kita bahwa setiap jengkal di Baitullah adalah peluang emas untuk meraih rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Namun, di balik semangat mengejar sunnah, menjaga keselamatan dan kenyamanan sesama Muslim selama tawaf adalah wujud dari kesucian ibadah itu sendiri. Wipa Tour berkomitmen untuk mendampingi perjalanan Haji dan Umrah Anda dengan bimbingan manasik yang mendalam, memastikan Anda dapat meraih keutamaan-keutamaan di Tanah Suci dengan cara yang benar dan penuh ketenangan. Mari bersihkan jiwa dan jemput ampunan-Nya bersama Wipa Tour. Segera daftarkan diri Anda dan raih kesempatan bersujud di rumah-Nya yang suci bersama tim profesional kami yang amanah.