Keutamaan Meninggal Dunia di Madinah

Kategori : Kajian, Ditulis pada : 28 Januari 2026, 20:47:55

Bagi setiap jamaah Haji dan Umrah, kota Madinah bukan sekadar persinggahan, melainkan pelabuhan cinta tempat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam beristirahat. Kota ini memiliki magnet spiritual yang luar biasa karena keberkahan yang didoakan langsung oleh lisan suci Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam hingga dua kali lipat dari keberkahan kota lainnya. Memahami keutamaan Madinah sebagai tempat terbaik untuk hidup dan tempat yang paling mulia untuk wafat akan memberikan perspektif baru bagi para jamaah. Perjalanan ibadah Anda ke Tanah Suci bukan hanya tentang menunaikan rukun, tetapi juga upaya untuk mendapatkan pancaran syafaat di negeri yang kelak menjadi saksi tegaknya kejayaan Islam di muka bumi.

Keutamaan Meninggal Dunia di Madinah

Meninggal dunia di kota Madinah merupakan sebuah kemuliaan yang sangat besar karena janji syafaat dan kesaksian dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Beliau bahkan menganjurkan umatnya untuk mengupayakan kematian di kota tersebut bagi yang mampu. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَمُتْ بِهَا فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ يَمُوتُ بِهَا 

"Barang siapa di antara kalian yang mampu untuk meninggal di Madinah, maka lakukanlah. Karena sesungguhnya aku akan memberi syafaat bagi orang yang meninggal di sana." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Oleh karena itu, banyak umat Islam yang berniat dan berdoa agar diwafatkan di kota ini. Niat tersebut bukan tanpa dasar, melainkan karena mereka lebih memahami nilai spiritual dari syafaat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dibandingkan kenyamanan hidup di tempat lain.

Kelak akan datang suatu masa di mana orang-orang menyeru kerabat dan saudaranya untuk meninggalkan Madinah demi mencari kehidupan yang lebih makmur di tempat lain. Padahal, menetap di Madinah jauh lebih baik bagi mereka. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengabarkan bahwa Madinah akan menyaring penduduknya sebagaimana saringan yang membersihkan karat pada besi. Beliau bersabda:

وَالْمَدِينَةُ خَيْرٌ لَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ 

"Dan Madinah itu lebih baik bagi mereka jika mereka mengetahuinya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Al-Hafiz Ibnu Hajar menjelaskan bahwa tinggal di Madinah lebih baik karena statusnya sebagai tanah haram, bertetangga dengan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, serta menjadi tempat turunnya wahyu dan keberkahan. Jika seseorang memahami faedah agama dan keimanan yang didapatkan di Madinah, tentu ia tidak akan mau meninggalkannya demi kesenangan duniawi semata.

Madinah juga disebut sebagai "negeri yang memakan negeri-negeri lain". Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

أُمِرْتُ بِقَرْيَةٍ تَأْكُلُ الْقُرَى يَقُولُونَ يَثْرِبَ وَهِيَ الْمَدِينَةُ تَنْفِي النَّاسَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ 

"Aku diperintahkan untuk hijrah ke suatu negeri yang memakan negeri-negeri lain, mereka menyebutnya Yatsrib, dan ia adalah Madinah. Ia menyaring manusia sebagaimana saringan menghilangkan karat besi." (HR. Bukhari dan Muslim)

Maksud dari "memakan negeri-negeri lain" adalah bahwa Islam akan tegak dan dimenangkan dari Madinah, hingga kemudian kekuasaan Islam meluas dan menguasai berbagai negeri di dunia.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam secara khusus mendoakan keberkahan bagi kota Madinah agar dilipatgandakan melebihi keberkahan kota Mekah. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu 'Anhu bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berdoa:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي مَدِينَتِنَا اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي صَاعِنَا اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي مُدِّنَا اللَّهُمَّ اجْعَلْ مَعَ الْبَرَكَةِ بَرَكَتَيْنِ 

"Ya Allah, berkahilah untuk kami kota Madinah kami. Ya Allah, berkahilah pada sha' kami dan berkahilah pada mud kami. Ya Allah, jadikanlah bersama satu keberkahan itu dua kali lipat keberkahan." (HR. Muslim)

Keberkahan ini mencakup segala aspek kehidupan di Madinah, mulai dari makanan hingga ketenangan jiwa para penduduknya. Setiap sudut kota Madinah, baik bukit maupun lembahnya, telah mendapatkan pancaran doa dan keberkahan dari utusan Allah 'Azza wa Jalla.

Madinah adalah kota yang menyaring ketulusan hati para hamba, tempat di mana keberkahan melimpah pada setiap sha' dan mud makanan, hingga pada ketenangan jiwa setiap pengunjungnya. Merasakan langsung atmosfer Madinah yang penuh doa merupakan anugerah yang harus diusahakan sekali seumur hidup. Wipa Tour berkomitmen untuk membimbing Anda merasakan kedekatan spiritual dengan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam di kota yang penuh keberkahan ini melalui perjalanan Haji dan Umrah yang nyaman dan sesuai Sunnah. Jangan tunda kesempatan untuk menjemput syafaat dan keberkahan di Madinah bersama kami. Mari melangkah menuju Baitullah dan Madinah Al-Munawwarah bersama Wipa Tour, travel amanah yang siap melayani perjalanan suci Anda dengan sepenuh hati.

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id