Kerinduan Hati kepada Baitullah
Ibadah Haji dan Umrah adalah perjalanan yang unik; meski melelahkan secara fisik dan menguras energi di tengah ribuan jamaah, ia justru menyisakan rasa haus yang tak pernah tuntas untuk kembali lagi. Fenomena spiritual ini bukanlah kebetulan, melainkan ketetapan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang menjadikan Baitullah sebagai matsabatan linnas—sebuah tempat kembali bagi manusia. Di sanalah hati setiap mukmin menemukan oase ketenangan yang sesungguhnya. Memahami hakikat kerinduan ini adalah langkah awal bagi kita untuk menyadari bahwa setiap panggilan menuju Tanah Suci adalah undangan kasih sayang dari Sang Pencipta untuk memperbarui iman dan membersihkan jiwa.
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjadikan hati kaum muslimin senantiasa rindu untuk kembali ke Masjidil Haram. Mekah dijadikan sebagai tempat kembali bagi manusia (matsabatan linnas), di mana perasaan ingin berkunjung selalu muncul secara berulang. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا
"Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Ka'bah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman." (QS. Al-Baqarah[2]: 125)
Makna matsabatan adalah tempat manusia kembali berkali-kali tanpa pernah merasa bosan. Ketetapan Allah 'Azza wa Jalla inilah yang membuat tanah suci Mekah selalu dipenuhi oleh para hamba yang datang dari segala penjuru dunia dengan penuh rasa cinta dan kerinduan.
Ka'bah telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai tempat manusia kembali (matsabah). Ketetapan ini bermakna bahwa setiap orang yang pernah mengunjunginya akan selalu memiliki keinginan untuk kembali lagi. Kerinduan tersebut dialami oleh setiap mukmin, sehingga tidak mengherankan jika ada jamaah yang melaksanakan umrah setiap tahun, bahkan setiap bulan.
Sekalipun ibadah haji dan umrah menguras tenaga, penuh dengan desak-desakan, serta cuaca yang sangat panas seperti di Mina, setiap Muslim tetap menyimpan keinginan untuk kembali ke tanah suci. Hal ini membuktikan bahwa iman memang akan selalu terpaut pada tempat asalnya. Siapa pun yang memiliki Islam dan iman di dalam hatinya, pastilah ia selalu merindukan kota Mekah dan kota Madinah. Setiap Muslim tentu memiliki keinginan yang kuat untuk dapat berkunjung ke sana.
Keteguhan hati para jamaah yang rela kembali berkali-kali ke Tanah Suci, meski harus menembus panasnya cuaca dan padatnya kerumunan, merupakan bukti nyata bahwa iman memang selalu terpaut pada asalnya. Makkah dan Madinah bukan sekadar destinasi, melainkan rumah bagi jiwa yang merindu. Jangan biarkan kerinduan Anda hanya berhenti pada angan-angan. Wipa Tour siap membantu Anda mewujudkan mimpi untuk bersujud kembali di depan Ka'bah dengan pelayanan yang tulus dan bimbingan yang sesuai Sunnah. Mari jemput ketenangan batin dan jawab panggilan rindu Baitullah bersama Wipa Tour. Segera daftarkan diri Anda untuk perjalanan Haji atau Umrah, dan biarkan kami menemani setiap langkah ibadah Anda menuju mabrur.