Hakikat Perjuangan Umrah dan Haji: Lelah di Dunia, Istirahat di Surga
Ibadah umrah sering kali disebut sebagai perjalanan fisik yang melelahkan; mulai dari menempuh ribuan kilometer, terjaga di malam hari untuk beribadah, hingga berdesak-desakan saat Tawaf dan Sa'i. Namun, di balik rasa lelah tersebut, tersimpan pelajaran besar tentang hakikat kehidupan seorang mukmin. Umrah adalah miniatur perjuangan hidup, di mana setiap peluh yang menetes merupakan bentuk ketaatan untuk menjemput ridha-Nya. Kami percaya bahwa ibadah ini bukan kunjungan wisata, melainkan madrasah bagi jiwa agar memahami bahwa kenyamanan sejati bukanlah di dunia yang fana ini, melainkan di surga-Nya kelak. Mari kita renungkan kembali mengapa kita harus terus bersemangat dalam beramal, meskipun raga terasa lelah.
Hakikat Perjuangan: Lelah di Dunia, Istirahat di Surga
Umrah bersama Wipa Tour, insyaAllah selalu ada kajian di Mekah dan Madinah. Kajian dan nasihat yang didapatkan selama ibadah umrah ini barulah sebuah pengantar. Tanda diterimanya amal seseorang adalah kemudahan untuk melakukan kebaikan selanjutnya. Setibanya di tanah air, setiap individu harus semakin semangat duduk di majelis ilmu untuk membedakan antara yang hak dan batil, antara tauhid dan syirik, serta antara sunah dan hal-hal yang dapat menjauhkan diri dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Iblis telah bertekad untuk menyesatkan anak cucu Adam dengan berbagai cara, mulai dari dosa besar hingga kelalaian yang halus. Musuh ini tidak nampak, namun nyata. Imam Ibnu Jauzi dalam kitabnya, Talbis Iblis, memberikan perenungan bahwa jika Nabi Adam 'Alaihissalam yang hidup di surga dengan segala kenikmatannya saja bisa ditipu oleh Iblis hingga dikeluarkan dari sana, maka manusia yang hidup di dunia dengan penuh penderitaan dan fitnah harus jauh lebih waspada. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا
"Sungguh, setan itu adalah musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh." (QS. Fathir[35]: 6)
Banyak orang tidak tahan dengan penderitaan dunia sehingga mengorbankan agama demi harta atau kedudukan. Padahal, kenikmatan yang hakiki tidak akan diperoleh dengan berleha-leha. Imam Ibnu Qayyim rahimahullah menyatakan bahwa kenikmatan tidak akan diperoleh dengan kenikmatan, melainkan melalui perjuangan dan penderitaan. Surga tidak mungkin diraih jika seseorang hanya memperturutkan hawa nafsu dan tidak mau diatur oleh syariat.
Para sahabat Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, seperti keluarga Yasir dan yang lainnya, meraih kemuliaan di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala melalui pengorbanan yang luar biasa. Bahkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sendiri menjalani kehidupan yang penuh dengan cobaan. Maka, siapa pun yang merindukan surga tidak boleh tertipu oleh kesenangan dunia yang semu. Dunia adalah tempat untuk bersusah payah dalam amal shalih.
Ali bin Abi Thalib Radhiallahu 'Anhu pernah memberikan nasihat yang sangat mendalam mengenai hakikat waktu:
إِنَّ الدُّنْيَا قَدِ ارْتَحَلَتْ مُدْبِرَةً وَإِنَّ الْآخِرَةَ قَدِ ارْتَحَلَتْ مُقْبِلَةً فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الْآخِرَةِ وَلَا تَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا فَإِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلَا حِسَابَ وَغَدًا حِسَابٌ وَلَا عَمَلَ
"Sesungguhnya dunia akan pergi meninggalkan kita, sedangkan akhirat pasti akan datang. Maka jadilah kalian anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia. Karena hari ini (di dunia) adalah waktu untuk beramal tanpa ada hisab, sedangkan besok (di akhirat) adalah waktu untuk hisab tanpa ada lagi amal." (HR. Bukhari secara mu'allaq)
Jadikanlah sisa usia ini sebagai sarana untuk mengumpulkan bekal. Berlelah-lelah dalam ketaatan di dunia adalah investasi untuk mendapatkan istirahat yang panjang dan nikmat di surga Allah Subhanahu wa Ta'ala kelak.
Perjalanan umrah yang Anda tempuh bersama Wipa Tour barulah sebuah awal dari perjuangan panjang menuju akhirat. Kami berkomitmen menyediakan kajian-kajian intensif di Makkah dan Madinah untuk membekali jiwa Anda agar tetap tangguh menghadapi tipu daya dunia setibanya di tanah air. Karena tanda umrah yang mabrur adalah ketika seorang hamba justru semakin rindu untuk berlelah-lelah dalam amal shalih dan semakin haus akan ilmu agama setelah pulang.
Baca juga: Kualitas Ibadah dan Tanda Diterimanya Amal
Jangan biarkan semangat ibadah Anda memudar seiring berakhirnya masa umrah. Mari jadikan sisa usia kita sebagai ladang investasi akhirat yang produktif. Bersama Wipa Tour, kita melangkah dengan ilmu, berjuang dengan amal, dan berharap istirahat dengan nikmat di surga Allah Subhanahu wa Ta'ala.