Memahami Hakikat Penciptaan Manusia dari Ibadah Umrah

Kategori : Kajian, Ditulis pada : 18 Januari 2026, 10:57:57

Melaksanakan ibadah umroh adalah momen terbaik bagi seorang hamba untuk kembali merenungi hakikat keberadaannya di muka bumi. Di tengah hiruk-pikuk dunia yang sering kali menipu, perjalanan menuju Baitullah menjadi pengingat fisik bahwa kita diciptakan semata-mata untuk mengabdi kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Namun, dalam perjalanan menuju ketaatan tersebut, godaan untuk lalai selalu mengintai. Memahami sejarah penciptaan Nabi Adam 'Alaihissalam dan bagaimana tipu daya musuh nyata bekerja adalah bekal krusial bagi setiap jamaah. Hal ini agar selama di Tanah Suci, kita tidak hanya sekadar menjalankan ritual, tetapi benar-benar waspada dalam menjaga kemurnian niat dari bisikan was-was yang bisa merusak pahala ibadah.

Setiap mukmin hendaknya berlomba-lomba dalam kebaikan yang mengantarkan menuju surga Allah Subhanahu wa Ta'ala yang luasnya seluas langit dan bumi. Dunia tidak boleh dijadikan tujuan utama yang menipu, melainkan harus diposisikan sebagai penopang dan penunjang untuk meraih kehidupan akhirat. Segala kenikmatan, kesenangan, serta kesuksesan duniawi tidaklah lebih dari sekadar sarana untuk memperberat timbangan amal di akhirat. Hal ini sejalan dengan hakikat penciptaan manusia yang telah dijelaskan secara tegas oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (QS. Ad-Dzariyat[51]: 56)

Dunia merupakan jembatan menuju akhirat. Dalam menempuh perjalanan ini, seseorang harus berupaya menjadi pemenang melalui ilmu dan amal. Jika ilmu seseorang berantakan, secara otomatis amalnya pun akan kacau.

Para ulama menyebutkan bahwa surga yang akan dimasuki oleh manusia di akhirat kelak adalah surga yang pernah ditempati oleh Nabi Adam 'Alaihissalam, meskipun kenikmatan di akhirat jauh lebih sempurna. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan peringatan sejak dini kepada Nabi Adam 'Alaihissalam agar senantiasa waspada. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

فَقُلْنَا يَا آدَمُ إِنَّ هَٰذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَىٰ

"Maka kami berkata, 'Wahai Adam, sungguh ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, sehingga kamu akan celaka'." (QS. Thaha[20]: 117)

Di dalam surga tersebut, Nabi Adam 'Alaihissalam telah merasakan nikmat yang sempurna, di mana tidak ada rasa lapar, haus, serta senantiasa diberikan pakaian. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَلَا تَعْرَىٰ

"Sungguh, engkau tidak akan lapar di dalamnya dan tidak akan telanjang." (QS. Thaha[20]: 118)

Meskipun telah diingatkan akan permusuhan iblis, Nabi Adam 'Alaihissalam kemudian lupa. Para ulama menjelaskan bahwa sifat lupa dan melakukan kesalahan yang ada pada Nabi Adam 'Alaihissalam ini kemudian menurun kepada anak cucunya. 

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

فَنَسِيَ آدَمُ فَنَسِيَتْ ذُرِّيَّتُهُ وَخَطِئَ آدَمُ فَخَطِئَتْ ذُرِّيَّتُهُ

"Maka Adam lupa, sehingga anak cucunya pun menjadi pelupa. Dan Adam melakukan kesalahan, sehingga anak cucunya pun melakukan kesalahan." (HR. Tirmidzi)

Setan senantiasa membisikkan waswas kepada Nabi Adam 'Alaihissalam dengan menawarkan keabadian melalui pohon yang dilarang. Pelajaran berharga dari kisah ini adalah perlunya kewaspadaan tinggi terhadap godaan setan yang selalu berusaha memalingkan manusia dari ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Kisah Nabi Adam 'Alaihissalam memberikan pelajaran abadi bahwa musuh nyata manusia akan selalu berusaha menjauhkan kita dari surga, termasuk saat kita sedang menjalani ibadah umrah. Di Wipa Tour, kami sangat memahami bahwa tantangan terbesar jamaah bukan hanya soal fisik, melainkan menjaga hati agar tetap fokus pada tujuan penciptaan. Melalui bimbingan asatidzah yang intensif, kami berkomitmen untuk terus mengingatkan jamaah akan pentingnya ilmu agar amal tidak menjadi kacau. Kami ingin memastikan bahwa setiap detik yang Anda habiskan di Makkah dan Madinah menjadi sarana untuk memperberat timbangan amal, bukan sekadar perjalanan biasa. Mari raih kemenangan akhirat melalui ibadah umroh yang terjaga bersama Wipa Tour, travel yang peduli pada keselamatan iman dan kenyamanan ibadah Anda.

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id