Membentengi Diri dari Tipu Daya Iblis dengan Ilmu dan Amal
Melaksanakan ibadah umrah bukan sekadar perjalanan mengunjungi tempat-tempat bersejarah, melainkan sebuah peperangan spiritual untuk menjaga kemurnian niat dari tipu daya setan. Surah Thaha memberikan peringatan keras melalui kisah Nabi Adam 'Alaihissalam tentang betapa halusnya bisikan Iblis yang mampu memalingkan manusia dari ketaatan. Di Tanah Suci, godaan tersebut tetap ada—mulai dari godaan untuk pamer ibadah (riya), merasa diri lebih baik dari jamaah lain, hingga melakukan praktik yang tidak berdasar ilmu. Di Wipa Tour, kami sangat perhatian dengan kondisi jamaah agar tidak terjebak dalam kerugian amal. Kami meyakini bahwa benteng terbaik bagi tamu Allah adalah ilmu yang benar, sehingga ibadah yang melelahkan tersebut tidak menjadi sia-sia di hadapan-Nya.
Membentengi Diri dari Tipu Daya Iblis dengan Ilmu dan Amal
Surah Thaha memberikan peringatan agar manusia senantiasa berhati-hati terhadap tipu daya Iblis dan setan selama hidup di dunia. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menunjukkan betapa hebat dan liciknya tipu daya tersebut melalui kisah Nabi Adam 'Alaihissalam yang berhasil digoda hingga keluar dari surga. Kejadian ini membuktikan bahwa godaan Iblis sangat berbahaya, halus, dan kuat. Jika seorang nabi saja bisa tergoda, apalagi manusia biasa. Tidak ada seorang pun yang benar-benar terlepas dari tipu daya Iblis dan bala tentaranya. Tidak ada manusia yang biografinya benar-benar suci dan bersih dari bujuk rayu tersebut.
Cara utama untuk membentengi diri dari Iblis adalah dengan membenarkan ilmu dan membenarkan amal. Ilmu yang benar dan pengamalannya secara konsisten merupakan perisai terhadap gangguan setan. Seseorang yang malas menuntut ilmu akan sangat dekat dengan jebakan Iblis. Namun, orang yang sudah memiliki ilmu pun belum tentu aman sepenuhnya, karena Iblis masih memiliki kesempatan untuk menggoda dalam aspek pengamalan. Jika ilmu seseorang sudah salah sejak awal, pintu bagi Iblis untuk menyesatkannya terbuka semakin lebar.
Ilmu adalah tempat bersandarnya amal. Hubungan antara keduanya bagaikan pondasi bagi sebuah bangunan. Sebuah hotel yang berdiri kokoh mustahil tetap tegak tanpa pondasi yang kuat di bawahnya. Umat Islam yang menjauhkan diri dari ilmu agama yang hak pasti akan mudah digoda oleh Iblis, sehingga cara pandangnya menjadi terbolak-balik. Yang benar dipandang salah, yang salah dipandang benar, yang haram dianggap halal, dan yang wajib justru ditinggalkan.
Kenyataan pahit yang terjadi saat ini menunjukkan banyak kemaksiatan telah dianggap sebagai kelaziman. Perbuatan zina dianggap sebagai cara mendekatkan diri, syirik dianggap sebagai bagian dari ibadah, kedustaan dianggap sebagai kemaslahatan, dan riba dianggap sebagai penopang ekonomi. Seharusnya maksiat dibasmi sesuai dengan perintah syariat, namun banyak orang justru melihat hal yang ma'ruf sebagai kemungkaran dan hal yang mungkar sebagai kemakrufan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا . الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا
"Katakanlah (Muhammad), 'Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?' (Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya." (QS. Al-Kahfi[18]: 103-104)
Penyimpangan cara pandang ini terjadi karena manusia menjauh dari ilmu yang hak dan enggan duduk di majelis orang-orang yang mengajarkan kebenaran. Banyak orang hanya ingin mengikuti pengajar yang menyampaikan sesuatu yang disukai dan disenangi saja. Padahal, tujuan utama mengikuti pengajian adalah untuk memperbaiki diri melalui kebenaran, bukan sekadar mencari kepuasan perasaan.
Kejelasan ilmu adalah pondasi agar amal kita tidak terbolak-balik antara yang haq dan yang batil. Tanpa bimbingan yang tepat, seseorang bisa saja merasa telah melakukan sebaik-baiknya amal, namun ternyata justru terjatuh dalam kekeliruan. Inilah mengapa Wipa Tour hadir dengan komitmen mendalam untuk mendampingi Anda melalui kajian-kajian ilmiah yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah selama di Makkah dan Madinah. Kami mengajak Anda untuk tidak hanya berumrah secara fisik, tetapi juga membekali diri dengan ilmu yang menjadi perisai dari tipu daya Iblis. Mari sempurnakan perjalanan spiritual Anda bersama Wipa Tour, travel yang memastikan setiap langkah ibadah Anda dibimbing dengan ilmu dan penuh perhatian. Segera amankan kursi Anda untuk keberangkatan umroh tahun ini!