Hakikat Menuntut Ilmu dan Adab Menerima Nasihat

Kategori : Kajian, Ditulis pada : 21 Januari 2026, 17:21:59

Ibadah umrah adalah perjalanan menuju "Rumah Allah" yang menuntut kesucian, tidak hanya fisik tetapi juga ilmu dan amal. Sering kali, kita merasa sudah cukup memahami tata cara ibadah, namun saat berada di lapangan, ada saja kekeliruan yang dilakukan secara tidak sadar. Di sinilah letak pentingnya kerendahan hati untuk terus belajar. Di Wipa Tour, kami sangat perhatian dengan kondisi jamaah, terutama dalam memastikan setiap rukun dan sunnah dijalankan dengan benar. Kami meyakini bahwa keterbukaan hati untuk menerima nasihat dan koreksi adalah kunci agar umrah kita tidak sekadar menjadi perjalanan rutin, melainkan sarana perbaikan diri yang tulus demi meraih predikat mabrur.

Tujuan utama mendatangi majelis ilmu adalah untuk mengetahui letak kesalahan, kelemahan, dan kekeliruan dalam amalan pribadi. Niat yang benar dalam menuntut ilmu akan memunculkan rasa terima kasih kepada pemberi nasihat saat mereka menunjukkan kesalahan yang dilakukan. Namun, realitas saat ini menunjukkan mayoritas masyarakat merasa tidak nyaman saat diingatkan. Ketika seorang pengajar membahas kesalahan yang lazim di masyarakat, sering kali muncul reaksi negatif atau tuduhan bahwa pengajar tersebut merasa paling benar.

Padahal, seorang guru menyampaikan nasihat berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang telah dipelajari. Setiap muslim seharusnya bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan berterima kasih kepada orang yang bersedia meluruskan kesalahannya. Sifat orang-orang saleh terdahulu adalah sengaja mengunjungi rumah saudara mereka hanya untuk meminta nasihat dan menanyakan aib atau kekurangan diri yang mungkin belum disadari. Mereka adalah orang-orang yang telah mencapai tingkatan kedewasaan iman, di mana perbaikan diri jauh lebih penting daripada sekadar menjaga gengsi.

Menjauhkan diri dari majelis ilmu dan nasihat akan membuat seseorang kehilangan kemampuan untuk membedakan antara yang haq dan yang batil. Tanpa ilmu, agama seseorang akan berantakan, dan secara otomatis amalnya pun tidak akan memiliki pondasi yang kuat. 

Ilmu adalah sesuatu yang sangat mulia. Manusia yang paling dicintai Allah Subhanahu wa Ta'ala pada setiap generasi adalah mereka yang paling berilmu, yaitu para nabi, para rasul, dan kemudian para ulama. Namun, meskipun seseorang telah memiliki semangat menimba ilmu, setan tetap akan menggoda dalam aspek pengamalan melalui pintu syahwat.

Banyak orang yang secara ilmu mengetahui bahwa suatu perbuatan dilarang, tetapi mereka tetap melakukannya karena mendahulukan keinginan pribadi. Iblis menunggangi syahwat tersebut untuk menjerumuskan manusia pada kemaksiatan meskipun mereka telah memiliki pengetahuan. Kesalahan dalam aspek ilmu lebih parah dampaknya karena akan mengakibatkan seluruh amalan menjadi serampangan.

Oleh karena itu, setiap hamba tidak boleh berhenti menimba ilmu. Ilmu sangat luas, sehingga mendengarkan nasihat para ulama dan membaca karya-karya mereka adalah kebutuhan yang berlangsung seumur hidup. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا

"Dan katakanlah, 'Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku'." (QS. Thaha[20]: 114)

Semoga dengan terus berada di lingkungan ilmu, setiap hamba dimudahkan untuk senantiasa memperbaiki diri dan istiqomah dalam ketaatan kepada Allah 'Azza wa Jalla.

Mengetahui letak kekurangan diri dalam beribadah adalah sebuah anugerah, karena dari sanalah pintu perbaikan terbuka. Bersama Wipa Tour, Anda akan didampingi oleh asatidzah yang tidak hanya berkompeten secara keilmuan, tetapi juga membimbing dengan penuh kelembutan dan perhatian. Kami menghadirkan kajian-kajian eksklusif di Makkah dan Madinah agar jamaah memiliki wadah untuk bertanya, berkonsultasi, dan meluruskan niat. Mari jadikan umrah Anda sebagai momentum untuk "menambah ilmu" agar amal semakin kokoh dan hati semakin dekat kepada-Nya. Segera bergabung dalam rombongan umroh Wipa Tour dan rasakan nikmatnya beribadah dengan bimbingan ilmu yang intensif.

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id