Kemudahan Islam dan Kesigapan dalam Berhaji
Sering kali kita merasa terbebani dengan bayangan beratnya ibadah Haji, padahal Islam adalah agama yang dibangun di atas prinsip kemudahan. Sebagaimana kemudahan dalam ibadah Umrah yang memberikan ketenangan batin, ibadah Haji pun telah Allah rancang sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Di Wipa Tour, kami sangat perhatian dengan kondisi jamaah, memberikan bimbingan yang solutif agar syariat yang mudah ini tidak terasa berat akibat ketidaktahuan. Memahami bahwa Allah menghendaki kemudahan adalah langkah awal bagi kita untuk membuang rasa ragu dan mulai menata niat memenuhi panggilan agung ke Baitullah selagi raga masih kuat.
Islam adalah Agama yang Memudahkan
Agama Islam yang Allah Subhanahu wa Ta'ala turunkan kepada umat manusia dibangun di atas dasar kemudahan. Tidak ada kesulitan di dalam agama, namun kebodohan dan ketidaktahuan sering kali membuat seseorang menganggapnya sulit. Dalam satu hari yang terdiri atas 24 jam, Allah hanya mewajibkan shalat lima kali. Jika satu kali shalat menghabiskan waktu 10 hingga 15 menit, maka total waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 50 hingga 75 menit. Waktu satu jam lebih sedikit tersebut sangat kecil dibandingkan total waktu 24 jam yang dimiliki manusia.
Prinsip kemudahan ini merambah ke seluruh aspek ibadah. Dalam belajar ilmu agama, tidak ada dalil yang mewajibkan seseorang belajar selama berjam-jam setiap hari. Setiap muslim bebas meluangkan waktunya, baik itu 30 menit atau satu jam, kapan pun ia memiliki kesempatan. Begitu pula dalam pelaksanaan ibadah fisik; jika seseorang tidak mampu shalat berdiri, ia diperbolehkan duduk. Jika tidak ada air atau sedang sakit yang menghalangi penggunaan air, syariat membolehkan tayamum dengan debu. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
"Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu." (QS. Al-Baqarah[2]: 185)
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam adalah sosok yang paling menginginkan kemudahan bagi umatnya. Hal ini terlihat saat beliau menjelaskan bahwa haji tidak diwajibkan setiap tahun agar tidak memberatkan umat yang tidak mampu melaksanakannya.
Fenomena Menunda Haji hingga Usia Tua
Meskipun diberikan kesehatan dan kelapangan rezeki, Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak serta-merta mewajibkan hambanya berangkat saat itu juga, melainkan memberikan kelonggaran waktu. Namun, sangat disayangkan banyak kaum muslimin yang melalaikan ibadah haji ini. Seseorang yang memiliki kesehatan dan harta seringkali menunda-nunda keberangkatan hingga usia tua.
Ibadah haji merupakan ibadah yang sangat membutuhkan kekuatan fisik. Meskipun tidak dilarang berangkat saat usia senja, keterbatasan fisik pada masa tua dapat membatasi gerak langkah dalam menjalankan rangkaian ibadah di tanah suci. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
تَعَجَّلُوا إِلَى الْحَجِّ - يَعْنِي الْفَرِيضَةَ - فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لاَ يَدْرِي مَا يَعْرِضُ لَهُ
"Bersegeralah kalian melaksanakan haji (yang wajib), karena sesungguhnya salah seorang di antara kalian tidak tahu rintangan apa yang akan menyambanginya." (HR. Ahmad)
Hakikat Panggilan Allah
Banyak orang beralasan belum berangkat haji karena merasa "belum ada panggilan". Padahal, panggilan Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk berhaji sudah disampaikan melalui lisan Nabi Ibrahim 'Alaihis Salam dan ditegaskan dalam Al-Qur'an bagi mereka yang mampu.
وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ
"Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh," (QS. Al-Hajj[22]: 27)
Seseorang yang hartanya sudah melimpah namun masih menunggu "panggilan" yang tidak jelas maksudnya, dikhawatirkan justru akan didatangi oleh panggilan malaikat maut.
Kematian tidak dapat ditunda meski hanya sedetik. Oleh karena itu, bagi siapa saja yang memiliki kendaraan, kesehatan, dan harta yang cukup, kewajiban tersebut sudah tegak atasnya. Jangan sampai seseorang baru menyesal dan meminta waktu tambahan untuk beribadah saat ajal sudah di depan mata, karena saat itu penyesalan tidak lagi berguna. Setiap muslim yang mampu hendaknya segera memenuhi panggilan Baitullah selama kesempatan masih diberikan oleh Allah 'Azza wa Jalla.
Lihat juga: Syarat Kemampuan Berhaji
Menunggu "panggilan" yang tak pasti di saat fisik dan harta sudah mencukupi adalah sebuah kelalaian yang berisiko. Jangan sampai kemudahan yang Allah berikan justru membuat kita menunda-nunda hingga rintangan usia dan kesehatan datang menghalangi. Di Wipa Tour, kami siap membantu Anda menyambut panggilan Allah dengan layanan profesional dan bimbingan yang sesuai Sunnah, sehingga Anda bisa berfokus sepenuhnya pada ibadah.
Selagi pintu kesempatan masih terbuka lebar, mari sempurnakan rukun Islam Anda tanpa menunda. Segera konsultasikan rencana Haji Anda dan pilih paket terbaik dari Wipa Tour melalui tautan resmi kami: wipatour.co.id/transaksi/paket-haji.