Larangan-Larangan Ihram
Memasuki keadaan ihram bukan sekadar mengganti pakaian, melainkan sebuah komitmen spiritual untuk menjaga diri dari hal-hal yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Begitu lisan mengucapkan niat di miqat, seorang jamaah secara resmi berada dalam kondisi suci yang memiliki aturan-aturan khusus. Memahami larangan ihram dengan benar sangatlah krusial, agar ibadah kita tetap sah dan terjaga dari keharusan membayar dam (denda). Berikut adalah poin-poin penting mengenai larangan ihram yang wajib diperhatikan serta tips praktis dalam menyikapinya selama perjalanan menuju Baitullah.
Setelah memasuki ibadah ihram di miqat (setelah mengucapkan Labbaik Allahumma 'Umratan), berlaku larangan-larangan ihram yang wajib kita hindari.
Beberapa larangan tersebut antara lain:
- Mencukur dan Memotong: Tidak boleh mencukur atau memotong rambut, baik rambut kepala maupun rambut atau bulu di seluruh badan (termasuk bulu ketiak dan bulu kemaluan). Tidak boleh memotong kuku.
- Parfum: Tidak boleh memakai parfum atau wangi-wangian, baik berupa minyak wangi murni maupun benda-benda yang mengandung aroma parfum, seperti sabun beraroma atau tisu basah yang diberi pewangi.
- Pakaian (Khusus Laki-laki): Dilarang memakai penutup kepala (seperti peci). Dilarang memakai pakaian (baju luar dan dalam, celana luar dan dalam). Dilarang memakai alas kaki yang menutupi mata kaki.
- Pakaian (Khusus Wanita): Dilarang memakai cadar (penutup wajah). Dilarang memakai sarung tangan.
- Aktivitas Lain: Dilarang berburu binatang darat.
- Dilarang melamar (untuk diri sendiri atau orang lain).
- Dilarang menikah atau menikahkan orang lain.
Seluruh larangan ini wajib kita hindari selama masih berada dalam keadaan berihram, sampai kita menyelesaikan ibadah Umroh dan melakukan tahalul.
Menyikapi Larangan Ihram
Meskipun larangan ihram terlihat banyak, kita tidak perlu terlalu khawatir, sebab dalam kondisi nyata di lapangan, larangan tersebut tidak memberatkan. Mayoritas larangan yang berkaitan dengan penampilan (memotong kuku, memangkas rambut atau bulu) akan selesai setelah kita berihram.
Hal yang perlu dijaga adalah larangan-larangan yang berkaitan dengan wangi-wangian:
- Penggunaan Sabun dan Tissue Berparfum: Ini adalah hal yang paling sering terabaikan. Saat di toilet atau kamar mandi, kita harus hati-hati tidak menggunakan sabun yang mengandung wewangian atau tissue basah berparfum.
- Menutup Kepala (Khusus Laki-laki): Larangan ini berlaku saat di bus, di hotel, atau saat tidur. Selimut hotel tidak boleh digunakan untuk menutup kepala, karena perbuatan tersebut sama dengan melanggar larangan menutup kepala.
Adapun berburu binatang darat, hal itu hampir mustahil terjadi karena kita berada di atas bus menuju Makkah. Membunuh nyamuk atau serangga kecil yang bukan termasuk binatang buruan darat tidak melanggar larangan ihram.
Selanjutnya: Tawaf
Menjaga larangan ihram memang memerlukan ketelitian, namun dengan bimbingan yang tepat, semua rangkaian tersebut dapat dijalani dengan mudah dan tenang. Wipa Tour berkomitmen memberikan edukasi mendalam sejak manasik hingga pendampingan langsung di lapangan untuk memastikan setiap jamaah terhindar dari kekeliruan selama berihram. Mari wujudkan ibadah umroh yang murni sesuai sunnah dan penuh ketenangan bersama kami. Segera konsultasikan rencana keberangkatan Anda dan keluarga bersama Wipa Tour, solusi perjalanan ibadah yang amanah dan terpercaya.
Lihat juga: Umrah Sesuai Sunnah